Ibu Berdaya Keluarga Berjaya

Amal Sholih dengan Kebaikan Hati

Al-Qur’an telah menegaskan pahala amal sholih yang dilakukan oleh seseorang ketika dalam kehidupan di dunianya. Kesungguhan seseorang dalam berbuat bajik akan berdampak positif bagi dirinya maupun orang lain, sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam al Qur’an bahwa beramal sholih menuai kemuliaan. Kemuliaan sangat terkait dengan upaya-upaya yang dilakukan seseorang dalam beraktivitas dilingkungan kita. Apabila perbuatan-perbuatannya tidak mencerminkan adanya nilai-nilai kebajikan saat beramal sholih maka kerusakan akan mengganti kebajikan. Amal sholih berbuah akhlak mulia untuk setiap orang yang menjalankannya.

Amal sholih itu ibadah dan mengajak manusia membuat kebaikan terhadap seluruh perbuatan dimulai dengan hati. Kebaikan hati itu adalah sesuatu yang jika dilakukan tidak pernah memberi penyesalan. Kebaikan hati setiap kali akan beramal sholih. Kalimat ini sering kita dengar, pertanyaannya sekarang adalah seberapa jauh kita bisa menata kebaikan hati kita sehingga bisa menuju keikhlasan yang hakiki.

Pernahkah kita merasa lelah saat beramal sholih, cenderung menyalahkan orang lain, keinginan untuk merubah orang lain dan keadaan yang besar atau bahkan penyesalan. Misalkan setelah membantu si A, tapi kita kecewa dengan si A, lalu berkata “menyesal saya telah membantu si A”. Apa yang terjadi? Jika percakapan ini yang kita lakukan maka disebut focus in, yaitu fokus kedalam diri kita. Kebaikan hati bukanlah seperti itu. Jika ada penyesalan, tuntutan, harapan, maka itu berarti kebaikan hati mengalami degradasi. Kebaikan hati itu selalu memberikan kenyamanan, tidak memberi penyesalan, semakin sering dilakukan semakin tumbuh kenyamanan diri, tidak soal orang atau sesuatu yang menjadi obyek perbuatan itu seperti apa. Segala sesuatu yang kita kerjakan bersadarkan sudut pandang kita. ‘Harusnya begini- begitu, makanya kalau begini kan tidak akan begitu’ dan akhirnya menimbulkan rasa lelah secara emosi dalam diri. Amal sholih seperti potongan sebuah syair lagu “hanya memberi, tak harap kembali”, maka saat kita memberi atau beramal sholih, biarkan aktivitas itu dilakukan dan mengalir seperti apa adanya, jika itu yang kita lakukan disebut dengan focus out, fokus pada aktivitas amal sholih, tidak melibatkan ego kita didalamnya, hanya melakukan yang terbaik dan biarkan Allah yang akan menyempurnakannya, JUST DO THE BEST, LET ALLAH DO THE REST.

Beramal sholih dengan kebaikan hati akan mempengaruhi suasana kepribadian seseorang dalam kedudukannya sebagai seseorang yang sudah ditetapkan oleh Allah menjadi kholifah di muka bumi. Perbuatan yang dapat mendatangkan kebajikan adalah perbuatan yang dapat menjadikan mulia bagi orang yang menjalankannya. Kemuliaannya disebabkan karena dia tidak berbuat mendua dalam bersikap, bertutur kata dan bertindak. Jadi antara apa yang dipikirkan, dikatakan dan diperbuat sama, tidak saling bertolak belakang.

Apabila amal sholih dilakukan dengan benar sesuai dengan fungsi dan peran (dapuan) di setiap waktu kemudian menjalankannya dengan hati, kemauan yang kuat akan melahirkan pikiran yang semakin tajam, sehingga akan lebih produktif dibanding bekerja tanpa hati.

Dorongan hatilah yang menggerakkan pikiran, kemauan dan tindakan seseorang. Bagaimana bekerja dengan hati, ada beberapa langkah berikut ini :

1. Tetapkan tujuan dalam hati (pasang niat karena Allah) yang keluar dari hati nurani, seringkali bertahan dan meraih keberhasilan.

2. Beramal sholih dengan ketetapan hati (istiqomah/konsisten) yang teguh. Perlu disadari halangan terbesar dalam beramal sholih adalah kondisi mental hati seseorang. Bila kurang antusias, kalah sebelum berperang, perasaan kurang mood dan berbagai kondisi mental yang melemahkan lainnya akan menjadi penghalang keberhasilan dalam beramal sholih. Jika yakin terhadap motivasi hati yang bersih dan yakin dengan tujuan-tujuan mulia dalam diri, maka apapun halangannya akan dapat diatasi dengan ketetapan hati yang teguh.

3. Temukan ketenangan dalam hati, pencarian ketenangan batin atau hati akan menjaga seseorang melakukan cara-cara yang benar dan aman dalam beramal sholih.

4. Bangun tim dengan kesehatian, tidak ada orang yang bisa berhasil maksimal dengan beramal sholih sendirian. Bekerjasama dengan team maka dapat mencapai hasil lebih maksimal. Team yang kuat, utuh solid dan kompak, hanya bisa diwujudkan melalui kesehatian satu sama lain.

5. Bekerja dengan sepenuh hati, apapun yang dikerjakan dengan sepenuh hati, keseriusan, fokus dan totalitas akan menghasilkan kualitas prima. Keberhasilan selalu diraih oleh mereka yang beramal sholih dengan segenap hatinya.

Bila beramal sholih dengan pamrih, yakni mengharapkan sesuatu, mulai dari hal-hal yang kecil seperti pujian, itu akan mensabotase diri sendiri. Ketika beramal sholih tidak enjoy, berarti tidak mampu memilah-milah perasaan untuk tidak larut dalam keadaan lingkungan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Seseorang hidup tidak akan selalu dalam kenyamanan, karena juga mengalami ketidak nyamanan. Ketika suasana ketidaknyamanan itu bisa diatasi, maka suasana bathin yang ada dalam diri seseorang sesungguhnya adalah dalam rangka pendewasaan diri. Seseorang tidak akan pernah lulus dan naik kelas tanpa melalui ujian…!

Bila kita bekerja dengan hati nurani dan keikhlasan/keridhoan, apapun hasilnya dari amal sholih itu, bisa diterima sebagai sebuah keadaan akibat dari sesuatu amal sholih. Hasil bukan tujuan utama tapi kesungguhan dalam proses amal sholih tersebut yang penting. Adalah sebuah kewajiban agar proses amal sholih berlangsung dikerjakan dengan baik dan benar apapun hasilnya kita pasrahkan pada Allah. Bila seseorang ketika beramal sholih bisa ridho dengan apapun hasilnya maka kegiatan amal sholih akan terasa enjoy atau menyenangkan.

Manfaat dari amal sholih adalah orang yang melakukan amal sholih akan lebih dekat pada Allah, orang yang melakukan amal sholih akan teguh imannya, terciptanya ketenangan dan kenyamanan maupun kebersamaan dalam menjalani amal sholih itu dapat terwujud.

Dengan beramal sholih jadi kita dapat merasakan hidup lebih berarti dan sehingga merasakan hidup lebih bermakna.

Beramal sholih itu menyenangkan
Beramal sholih itu membangun nilai
Beramal sholih dengan keperdulian dan kebaikan hati
Beramal sholih meningkatkan kualitas hidupku

(nanapras.2015)

Insya Allah
Semoga bermanfaat