Ibu Berdaya Keluarga Berjaya

Membangun Kelekatan pada Anak

Keberadaan rasa “kelekatan” yang terdapat pada ibu dan anak merupakan pondasi yang penting dalam tumbuh kembangnya seorang anak. Perkembangan kelekatan ini dimulai pada tahap ketika bayi sedang dalam gendongan atau pelukan seorang ibu, ketika bayi berusia sekitar 7 bulan, atau ketika pada waktu awal yang akan berlangsung selama 3 sampai 4 bulan atau lebih. Pada saat-saat tersebut maka bayi hanya akan merasakan “lekat” pada satu orang, pada umumnya adalah dengan ibunya. Bayi akan menunjukkan kesedihannya ketika diturunkan atau dipisahkan dari gendongan atau pelukan ibunya sebaliknya bayi akan merasa senang jika tetap dalam pelukan ibunya. Namun bila hal tersebut diberikan dengan berlebihan maka akan dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti anak menjadi terlalu tergantung pada ibunya atau biasa diketahui dengan tingkat ketergantungan yang tinggi.

Kelekatan ini merupakan sebuah ikatan emosional yang berkelanjutan dan akan menjadi ”model” seseorang berelasi selama hidupnya. Ikatan tersebut adalah berupa rasa keterhubungan batin yang dimulai sejak individu lahir dan diasuh oleh pengasuh utamanya. Hubungan tersebut akan muncul pada bentukan berupa sebuah cinta, oleh karena itu agar anak terus mencintai orang tuanya, faktor kelekatan menjadi begitu penting. Kelekatan tersebut akan memberikan proteksi dan rasa aman secara psikologis. Kualitas hubungan pertama ini akan berpengaruh pada perkembangan individu selanjutnya. Hubungan ini akan menentukan pola kepribadian dan relasi antar-pribadi pada masa dewasa. Pola relasi antara orang tua-anak pada masa bayi dan kanak-kanak sangatlah penting, yang kemudian akan menentukan pertumbuhan intelektual serta bahasa yang merupakan dua unsur dasar sebagai kemampuan berelasi sampai dengan dewasa.

Perhatian dan kasih sayang diberikan oleh ibu yang sehat secara mental dan stabil secara emosi dapat menumbuhkan keyakinan pada diri anak, sehingga anak merasa berharga bagi dirinya dan bagi lingkungan sekitarnya (orang lain), hal tersebut juga dapat membuat anak belajar untuk mempercayai orang lain (timbul kepercayaan). Jika dalam pengasuhan ibu tidak dapat, memberikan rasa aman, tidak selalu siap sedia dan responsif terhadap segala kebutuhan anak, tidak dapat memahami perilaku anak pada saat timbul reaksi-reaksi negatif, maka akan dapat mengakibatkan anak tersebut mengalami pola tingkah laku yang terlihat sangat sulit diatasi. Namun demikian reaksi-reaksi negatif yang timbul/muncul pada anak tersebut merupakan reaksi yang normal yang dapat timbul/muncul pada saat tersebut.

Kelekatan ibu dan anak merupakan hal yang sangat krusial untuk dapat dibentuk pada dua tahun pertama, sehingga sangat ditekankan bagi para orangtua untuk dapat membangun kelekatan ini pada saat dua tahun diawal. Namun, setelah itu sebaiknya secara bertahap mulai dikurangi, agar dapat membentuk kemandirian pada seorang anak. Pengaruh kelekatan yang dibangun dari pola interaksi ibu-anak dapat bersifat jangka panjang dan cukup mempengaruhi hingga anak menjadi dewasa. Anak yang memiliki kelekatan yang cukup dengan ibunya, pada saat tumbuh dewasa dan memiliki keluarga akan dapat memberikan kelekatan yang serupa pada anaknya.

Terdapatnya pola pengasuhan ibu yang selalu siap sedia dan responsif terhadap segala kebutuhan bayi, akan membentuk suatu dasar rasa aman (muncul dari kelekatan) yang mampu membuat bayi menumbuhkan kompetensi seperti:

a. Mampu mengeksplorasi lingkungan
b. Mampu membentuk suatu hubungan dengan orang lain
c. Mampu mengembangkan kepercayaan diri