Ibu Berdaya Keluarga Berjaya

Membentuk Nilai Moral di Sekolah

Manusia tumbuh dan berkembang serta mengenali kemudian memiliki nilai moral melalui usaha kehidupan yang panjang. Pergaulan antar manusia akan harmonis dan berkemajuan, tatkala moral menjadi rujukan tindakan. Apa akibat yang akan terjadi bila moral diabaikan ? Berbagai kejadian mengindikasikan, bahwa telah terjadi peminggiran nilai moral yang biasa disebut dengan krisis moral.

Krisis moral saat ini terjadi karena kurangnya keterampilan membebaskan diri melalui penguasaan diri (liberating self mastery). Seseorang harus memiliki komitmen serta integritas diri untuk berbagi (sharing) sesuai dengan kemampuannya. Bila ingin melakukan hal baik tidak perlu meniru orang lain.

BAGAIMANA DENGAN SEKOLAH?

Sekolah dalam hal ini Guru memerlukan pemahaman tentang KONSEP KARAKTER dan KOMITMEN, yang merupakan aktualisasi tingkat pemahaman moralnya. Dalam mengembangkan konsep tersebut tidak sekedar daftar nilai (value) yang dipampang dalam dinding sekolah. Namun pengetahuan guru tentang perilaku baik dan buruk, bagaimana memilah perilaku baik dan buruk, bila ada perilaku baik bagaimana mengembangkan menjadi pembiasaan, sehingga bila perilaku baik itu di support akan terwujud tindakan baik dan positif itulah bagian dari pembentukan karakter.

Nilai utama pembentuk karakter yang harus dimiliki setiap anak di sekolah, adalah mulai dari pengenalan dan pengamalan RASA HORMAT dan TANGGUNG JAWAB.

Rasa Hormat, Tanggung Jawab dan turunannya merupakan nilai nilai yang dapat diajarkan di sekolah. Untuk memahami bagaimana anak anak secara moral dapat segera merasa bersalah ketika memang melakukan suatu kesalahan dan bagaimana membantu mereka untuk menjadi merasa tenang, sekolah menyediakan LINGKUNGAN MORAL.

Keterampilan hidup harus dikuasai guru bila ingin mewujudkan sikap moral pada anak2 melalui kemampuan berperi laku sebagai panutan, seperti keterampilan menampilkan nilai kejujuran, berkomunikasi efektif; memilah masalah, mendengar aktif, mengatasi konflik, komunikasi positif. Bila guru memiliki uneg uneg dapat menyampaikannya secara positif, keterampilan menegakkan batasan (mana yang dia dan mana yang bukan dirinya), menegakkan aturan (berlatih utk taat pada aturan). Maka in-syaa Allaah akan terbangun SEKOLAH BERBASIS NILAI. Sekolah aman dan nyaman serta menyenangkan bagi anak.

Bila ini terbangun maka anak anak menjadikan nilai moral sebagai RUJUKAN sebuah perilaku. Apabila sekolah ingin mengembangkan KARAKTER BAIK.

APA YANG DAPAT DILAKUKAN SEKOLAH?

– Diperlukan usaha yang terus menerus sehingga sekolah bisa menyediakan lingkungan moral yang menentukan nilai nilai baik dan setiap anak akan terpenuhi hatinya akan nilai nilai baik.

– Diperlukan waktu yang lama bagi sebuah nilai untuk menjadi kebaikan sehingga menjadi kesadaran intelektual untuk menjadi pribadi yang dapat mengharmonisasikan cara berpikir- merasa – bertindak.

– Diperlukan: Pengetahuan Moral, Perasaan Moral, Tindakan Moral

Dalam manifestadinya semua itu merupakan kualitas karakter yang membuat nilai nilai moral menjadi hidup di hati semua anak.

Semoga Bermanfaat.
Nana Maznah Prasetyo
30.07.16